Google+ Followers

Archive for 2016

The Journey

Terkadang aku ragu, terkadang aku hilang arah, dan postingan ini adalah sebagai pengingat semua perjuanganku dan proses apa yang udah aku lewatin sampe sekarang ini. Sebuah perjalanan panjang yang menurutku gak semua orang bisa lakuin.

Dimulai dari awal tahun 2015 aku ahirnya kuliah, itu artinya hampir 5 tahun sendiri aku berjuang demi ijazah dan gelar S.Pd. yang sekarang udah umum dan tidak sesitimewa jaman dulu tapi tetep aja buat aku itu adalah hasil seluruh kerja keras, penantian, dan doa yang tiada henti untuk segera bebas dari yang namanya skripsi dan kuliah.
Tapi ketika itu terkabul aku malah bingung, karena belum ada persiapan untuk tahapan selanjutnya, gak lama aku daftar porgram SM-3T simply karena waktu itu aku baru lulus (dan liat ada papan iklan SM-3T yang gede banget di deket kampus, hehe)

Dan ahirnya semuanya dimulai, awalnya adalah tes registrasi, ini sebenarnya bukan tes juga, lebih ke kelengkapan administrasi aja. Disuruh tulis nama ya tulis nama, suruh tulis akreditasi ya tulis akreditasinya apa, pokoknya isi apa adanya sesuai kenyataan aja. Basically, yang gak lolos disini adalah mereka yang gak lengkap ngisi keterangan atau ngisi gak sesuai kenyataan. Misalnya naikin IPK atau ngisi akreditasi kampus yang tinggi. (Temenku ada yang kejadian kayak gini dan dia marah-marah, mungkin dia gak tau kalo semua itu gampang banget di cross-check. LOL 😂)

Tahapan selanjutnya adalah tes online di kampus yang dipilih. Aku hampir gagal di tahapan ini karena ada berkas yang ketinggalan, untung ada file hasil scan di flashdisk jadi bisa langsung diprint lagi deh. Tapi yang lebih hampir bikin gagal ya soal tesnya itu. Aku uda lupa jenisnya apa aja dan berapa lama waktu tesnya tapi yang jelas banyak yang gagal dalam tes.

Bagi yang lulus, diwajibkan ikut tes wawancara di kampus. Yang agak ribet adalah sebelum tes ini harus mempersiapkan beberapa berkas yang memakan biaya kayak misalnya SKCK dan tes NAPSA. Ortuku bilang ini artinya aku udah pasti diterima. sebenernya kurang lebih begitu sih, yang gagal dalam tahap ini cuman mereka yang gak dateng waktu wawancara aja. Lagian pas wawancara juga cuman ditanyain motivasi, apa yang bakal dilakuain disana, gitu aja.

Singkat cerita, ahirnya lolosnya sekitar 5000 peserta SM-3T angkatan V seluruh Indonesia dan sebelum diterjunkan, semua harus ikut prakondisi dulu. Dalam tahapan prakondisi ini dilatih untuk hidup disiplin oleh para tentara selama 2 minggu. Oiya, tetep ada peer teaching nya juga ya, kan disana nanti mau jadi guru, hehe. Dibandingkan temen dari kampus lain, kampus ku yang plaing enak karena selama 2 minggu kami tinggal di hotel, sementara yang lain tidur di barak tentara atau yang semacam itu, hahaha.

Tengah Agustus ahirnya aku bener-bener ikut SM-3T selama setahun di tanah rantau. Well, untuk bagian ini bakalan ada postingan tersendiri dong, 😀

Pertunjukan tari oleh anak-anak SDN Long Pahangai 001 dan 002

Sekarang lagi harap-harap cemas menunggu tahapan selanjutnya yaitu PPG, semakin dekat menuju gelar gr. nih, tapi apakah nantinya perjalanan ini makin mudah? atau malah lebih sulit dari SM-3T?
hmmmm


The Juk Family

Kayak yang udah aku ceritain sebelumnya, aku punya keluarga angkat di tempat aku mengabdi Kampung Long Pahangai, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur. (Harus lengkap dong, biar yang baca tau hehe).

Soal keluarga angkat ini bukanlah hal yang langka disana, dan itu membuat aku agak kaget (ini lho yang namanya cultural shock, hehe) Jadi memang ada beberapa saat dimana para pendatang itu dijadikan anak angkat dari penduduk sekitar. Bukan Status semata, tapi memang perlakuan mereka juga memang seperti keluarga yang sebenarmya; Yang mana ini berbeda banget dengan mitos bahwa orang dayak itu kasar, makan orang, dan sebagainya, itu amat sangat salah.

Bagi yang belum pernah ketemu atau ngeliat orang dayak langsung mungkin bisa liat di google atau bagusnya lagi langsung dateng ke Kalimantan aja sekalian, hehe, karena lewat google kalian hanya bisa lihat fisik mereka tapi belum bisa merasakan kebaikan hati mereka (😁)

Oke saatnya mulai, ada total 20 orang yang dapet nama baru, tapi yang 8 itu beda kecamtan jadi aku lebih fokus ke yang 12 aja, here we go (Btw, namnaya diurutin dari yang paling tua dulu)

Tingang Juk

Guru PGSD spesialis Matematika ini adalah yang paling eksis dan narsis, tapi ya sudahlah ya....
Mengaku punya relasi di luar negeri dan banyak koneksi dalam negeri juga, hmm gimana ya gambarin dia,,, aku (dan kayaknya semua orang juga sih) sering bingung tentang apa yang dia omongin, entah dia sendiri paham dengan apa yang dia omongin atau nggak.

Savang Juk

Hobi travelling, mendaki, jalan-jalan, intinya jarang dirumah gitu. Lulusan Ekonomi Akuntansi tapi jadi guru IPS di SMP. Di Long Pahangai sering banget Jogging bareng adek-adeknya murid-muridnya, dan juga main Badminton. Kata mamak, Savang itu udah mirip banget orang dayak kayan, dari kemampuannya sehari-hari, dan dari namanya juga.

Himang Juk

Anak Tunggal yang tidak manja, well ini karena sependek yang aku tahu kebanyakan anak tunggal itu manja. Tapi Himang gak mungkin bisa sampai Kalimantan kalo dia manja kan,,,
Kemampuan masaknya berkembang seiring perantauan. Dihapal mamak karena sambal buatannya, oke infonya emang random banget. Suka banget nyanyi dan olahraga, makanya dia punya beberapa fans disana. Secara fisik memang lumayan karena dia mantan resepsionis bank juga, sekilas keliahatan kayak anak Olahraga tapi sebenernya dia lulusan Sosiologi Antropologi.

Lung Juk

Yang paling sensitif tapi juga yang paling caring diantara yang lain, mungkin karena itu dia dipanggil umi (btw, dia cowok). Pembawaannya agak serem kalo lagi ngajar matematika tapi sebenernya dia baik hati. Pemikiran orang ke dia pasti langsung berubah kalo liat dia nari lagu JKT48 (Lagu favorit gomen ne summer)
Kadang suka galau sendiri tapi mungkin itu karena dia kebanyakan mikirin orang lain daripada dirinya sendiri (?) atau mikirin masa depan, atau mikirin utang, aku gak tau yang mana tapi yang jelas suka banget sama lagu-lagunya mytha.

Lalang Juk

Teteh teteh yang mukanya ga terlalu kayak teteh teteh karena emang dia cuman setengah sunda.
Dia yang jadi bendahara dan mengatur pengeluaran kami. Hobi ngabisin PLTS sekolah (ups, sori teh keceplosan). Walopun gak keliatan kayak gitu, tapi dia adalah guru olahraga SD. Hobi bergosip makanya dia kenal dengan emak emak di kampung.
Pemburu diskonan apalagi kalo ada diskon penerbangan gitu. Suka banget main Plant vs zombie di laptop orang.

Dawing Juk

Chef utama dan yang paling jago masak diantara yang lain. satu-satunya pemilik double deegre juga, yaitu yang Ppkn dan ilmu perpustakaan. Mengklaim bahwa dia memiliki kaki barbie dan bodi seksi. 
Cowok (?) ini paling ahli soal lagu dangdut diantara kami, bukan cuman lagunya, tapi juga goyangnya lho

Ping Juk

Titisan Evi Masamba ini ditakuti murid-muridnya karena pembawaannya yang galak dan suaranya yang lantang (walaupun begitu mereka tetep sayang kamu kok kakak ping 😂). Kombinasi orang Jawa dan Sulawesi tap lebih banyak sulawesinya sih karena emang lebih lama disana. 100% jago Geografi dan jago masak juga.

Silau Juk

Sesuai namanya, guru Bahasa Inggris yang satu ini memiliki aura yang menyilaukan orang-orang (???) hmmm, entahlah. digemari dari anak-anak sampe bapak-bapak juga. namanya didapat karena waktu dikasih nama dia ngambil foto dan nenek Huring yang ngasih nama ngerasa Silau ahirnya diberikanlah nama Silau ini.... 😂

Belawing Juk

Totally Bugis to the bone lah, dari awal memang yang paling sering main dan bahkan paling akrab dengan penduduk sekitar. Mungkin dia nantinya akan merantau lagi kesini? Bisa jadi.
Paling rajin diajak mamak ke ladang karena memang cocok jadi orang sana (??)

Kelawing Juk

Kelawing dalam bahasa daerah sana artinya Bintang 😲
Walaupun pembawaannya halus dan kalem tapi dia pinter banget soal Zumba Dance. Disamping itu, dia juga pinter gambar dan desain juga. Satu-satunya yang dateng ke Long Pahangai dengan status bertunangan, apakah dia juga yang pertama berstatus menikah? we'll see..

Hanyeq Juk

jangan google 'jamieracle', pokoknya jangan.

Dew Juk

Bontot yang satu ini paling populer di kalangan cowok cowok SMANSA LOPA (secara cuman dia guru SM-3T cewek di sekolah itu) tapi selain itu dia adalah guru serabutan serba bisa karena mengajar beberapa mapel sekaligus walaupun sebenarnya dia dari jurusan Sejarah.

Sekian adalah deskripsi gak jelas dari Juk family, walopun gak ada yang beres tapi kayak kata teteh, orang yang ikut SM-3T itu kalo gak gila ya bodoh. Mungkin itu kesamaan di antara kami semua ya, tapi yang mana?

Secondhand Stuff

Bagi yang bukan anak pertama (kayak aku) hampir pasti pernah ngalamin hal ini, barang dari kakak kita diturunin ke kita dan kita gak pake barang baru. it happens to me all the time, apalagi karena keuangan keluarga kami yang pas-pasan. Bahkan kadang, aku juga dapet barang dari saudaraku yang memang ekonominya lebih baik.
Buat sebagian orang, barang secondhand atau sederhananya barang bekas dari orang lain bakal dipandang sebelah mata entah karena satu atau lain alasan, tapi entah karena kebiasaan atau terpaksa, yang aku rasain malah seneng, berasa dapet loot gratisan kali ya,, hehe. Tapi memang barang yang dikasih juga uda dipilih dan memang masih layak pakai juga.
Kalau masih gengsi atau tengsin karena makek barang yang gak baru itu salah besar. Sesuatu yang dikasih ke kita itu, harusnya bisa kita manfaatkan sebaik mungkin, terimalah kenyataan bahwa diatas langit masih ada langit. Menerima pemberian orang lain itu tidak salah selama kita tetap berusaha sendiri juga.
Ketika diberikan sesuatu oleh orang lain, apapun itu, hargailah. Sebuah benda walaupun itu bukan barang yang baru lagi, tapi teap memiliki manfaat yang sama. Bahkan barang yang kita anggap udah gak bermanfaat buat kita juga bisa jadi lebih bermafaat di tangan orang lain. Misalnya pakaian atau buku kita yang udah gak pernah tersentuh mungkin lebih berguna jika diberikan pada saudara kita yang kekurangan, daripada cuman dimakan tikus atau membusuk di gudang kan..

Sm-3T, Prelude


Setelah 5 tahun lebih program ini berjalan, aku berharap kalo uda banyak orang yang tau tentang SM-3T, Walopun ternyata kenyataan tak semanis harapan, huhu.
Well, karena dalam Blog ini aku bakal banyak bahas soal SM-3T, jadi aku kasih gambaran dikit tentang SM-3T. Aku tulis SM-3T bukan SM3T ya, kalo SM3T berarti yang 3 kali M nya dong

Apa itu SM-3T? SM-3T adalah kependekan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal. Jadi itu adalah program pemerintah (diprakarsai oleh KEMENRISTEKDIKTI, sekarang jadi KEMENDIKTI, tapi KEMENDIKBUD merasa punya andil juga dalam mengurus proram ini, ya emang ribet kayak hidupmu kan) yang berfokus ngirim sarjana-sarjana pendidikan, S.Pd, ke daerah daerah 3T di Indonesia.
Daerah 3T itu gampangnya adalah kabupaten-kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara lain, jadi kayak misalnya yang ada di pulau Aceh, Kalimantan, Papua, Dll. Ribuan sarjana dikirim tiap tahunnya ke daerah daerah tersebut melalui LPTK dan..... apa? ga tau apa itu LPTK? LPTK itu singkatan dari Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan. Jadi pemerintah bekerja sama dengan beberapa LPTK alias kampus kampus buat ngirim lulusan mereka ke daerah 3T buat jadi guru disana selama 1 tahun. Jujur aja awalnya aku juga ngerasa kalo setahun itu lama tapi setelah dijalani setahun malah rasanya kurang, hehe

Tentu aja ga sembarang orang bisa ikut program ini, jadi ada syarat-syarat dan tes tes yang harus dilewati para calon peserta sebelum bisa ikut program ini. Ya semoga itu udah cukup buat ngasih gambaran tentang SM-3T nya, dikit juga gapapa deh, hehe
kalo mau lebih lengkap boleh dicek di webnya.

Ikatan Gelang dan Ikatan Nama

Gelang, buat sebagian orang gelang mungkin hanya sebuah aksesoris yang melekat di pergelangan tangan dan cuman buat gaya gayaan aja. Ada juga sih yang make gelang sebagai bagian dari adat dan budaya, di Bali misalnya. Tapi kali ini aku gak mau cerita tentang gelang Bali karena ke Bali aja belum pernah. (kasian ya aku?? huhu)
Gak, yang bakal aku ceritain adalah gelang yang aku pake di tempat mengabdi, tanah Borneo, hehe.

_ The Arrival _

Di awal kedatangan kami, 94 orang guru SM-3T angkatan V dari 3 LPTK yang berbeda disambit disambut dengan semangat oleh pihak pemerintah Mahakam Ulu dan diberi gelang sebagai tanda sudah dianggap keluarga besar Kabupaten Mahulu sendiri. Gelangnya sih simpel aja, dari benang dan manik. Pada waktu ini aku masi belum kumpul nyawa karena masih syok karena pada saat yang sama aku dapet penempatan di salah satu kecamatan perbatasan di Mahulu, Kecamatan Long Pahangai.  Di titik ini pake gelang atau gak masih belum ada bedanya.

_ The Name _

(Masih agak belum percaya kalo aku ditempatin di kecamatan yang awalnya aku kira pelosok banget) kami 22 guru-guru terdampar sampai di kampung Long Pahangai, Kecamatan Long Pahangai. Kami semua di terima dengan baik disana. Kami semua diangkat anak oleh Pak Juk dan jadilah kami Juk Family. Yeyy!!!
Lagi, kami dikasih gelang dari keluarga tapi kali ini ada yang beda. Kami ber 17 karena minus 5 orang yang gak dapet nama daya bahau (salah sendiri udah ke Long Lunuk duluan, tapi ahirnya ada yang kasih nama Dayak Bahau ke mereka kok)
Ini adalah salah satu adat dari orang Dayak mungkin lebih khusunya Dayak Bahau Busang, hehe
itu yang aku tau karena aku gak tau sub suku Dayak yang lain.
Back to topic, aku dapet nama Hanyeq Juk. Gak semua orang yang diberi gelang dan diangkat anak tuh dapat nama baru lho, hehe. Tapi entah kenapa awalnya aku pikir kalo waktu malam pemberian nama itu nenek Huring cuman ngasal aja waktu ngasih nama Bahau ke kami tapi sekitar sebulan atau dua bulan sebelum penarikan mamak bilang kalo semua nama yang diberikan ke kami itu sesuai dengan karakter kami, Well who knows...

_ Identity Crisis _

Di sekolah kami semua berkenalan dengan kedua nama kami, nama lahir dan nama Bahau. Tapi gak tau kenapa rasanya murid murid (dan ahirnya masyarakat juga) lebih hapal nama Bahau kami, mungkin karena lebih familiar di telinga mereka sih.
Somehow aku ngerasa agak tersesat waktu awal awal disana, bukan karena gak bisa pulang, tapi tersesat karena merasa dipanggil dengan nama yang sama sekali masih asing.
Baru abis beberapa bulan aku terbiasa dipanggil pake nama Bahau, It's not that bad.
Sekarang setelah gak tinggal disana dan pulang ke Jawa pun orang orang disana masih ada yang manggil aku dengan nama Bahau ku.

_ The Other Name _

Hari demi hari berlalu, sampe ahirnya hampir tiba waktu penarikan. Ada anak murid yang ngasih kenang-kenangan, ada yang gak (lebih banyak yang gak, haha). Tapi ada satu kenang-kenangan yang paling berharga, gelang yang lain.
2 hari terahir sebelum aku ditarik ke kabupaten, aku nyempetin buat dateng ke Kampung Datah Suling, kampung tetangga, buat pamitan sama keluarganya bapak disana dan juga mau pamitan sama tante inuq dan anaknya karena aku juga beberapa kali kesana selama SM-3T ini.
Sore itu waktu lagi ngobrol ngobrol santai, tiba tiba tante inuq nyuruh buat ngulurin tangan kananku dan tiba tiba tante inuq ngiketin gelang dan bilang kalo gelangnya gak boleh dilepas minimal 3 hari, well, itu adalah proses simpel tapi dampaknya besar banget karena artinya sejak detik itu aku jadi keluarga nya tante inuq, dan aku uda gak boleh panggil tante lagi tapi inai (mama dalam bahasa Dayak Bahau Busang)

_ The Bond _

Gelang-gelangnya mungkin gak selalu aku pakai, well kalo orang yang gak tau sejarahnya dan liat gelang itu juga pasti ngira gelang gelang ini cuman gelang manik biasa.
Tapi dari gelang itu jadi simbol kalo aku diterima di masyarakat Long Pahangai khususnya.
Walopun disana cuman setahun tapi ikatan keluarga dengan masyarakat disana dan semua guru SM-3T yang lain akan selalu kekal, mungkin sampai anak anak kami nanti mereka bakal jadi keluarga besar juga. Aku bahkan udah niat nanti bakal ngasih nama bahau ke anakku, serius!

Satu Sampai Sepuluh

Disaat saat membusankan kayak gini, gak ada hal penting yang bisa aku lakuin (makanya aku ngeblog lagi) dan di tengah tengah lamunanku aku jadi inget ada sebuah waktu dimana aku masi jadi anak SMA dan semuanya masih terlihat mudah.

Aku inget ada saat aku dan temen temen lagi main game, yah iseng iseng aja sih..
kami bermain dengan cara ngasih nilai dari 1 sampai 10 buat cewek yang lewat atau ada di sekitar kumpulan kami. Lucu memang kalo di lihat sekarang rasanya masa lalu itu jaraknya bisa jauh banget.
Oke, balik lagi ke permainannya,,
Satu persatu cewek lewat, ada yang dapet nilai 6,8,5 macam macam deh pokoknya, hehe
Awalnya emang cuman keliatan ngasal aja waktu ngasih nilai gitu tapi kalo dipikir pikir ada alasan kenapa kadang nilai yang dikasih ke cewek yang sama bisa beda satu dengan yang lain..
kadang sahda ngasih nilai 8 sementara adesya cuman 7 setengah, kadang aku ngasih nilai 9 tapi yang lain cuman 6. Kok bisa?? Well, jawabannya adalah seberapa dekat dan kita tahu tentang orang itu,,
Aku bisa ngasih nilai tinggi karena aku cuman lihat dari fisiknya, tapi orang lain bisa ngasih nilai yang lebih rendah karena mereka juga tahu sifat atau kejelekan si cewek yang dinilai.
Yap, Sudut pandang.
sudut pandang kita terhadap sesuatu bisa berbeda karena apa yang kita ketahui, cara berpikir kita dan sikap kita sendiri, dan ga ada yang salah selama itu semua masih positif, hehe

Temuan lain dari permainan ini adalah gak ada nilai ninimun dan maksimum yang keluar. Yap, gak ada nilai 1 dan 10 yang keluar,,,,
Entah gimana tapi bisa kayak gitu, bahkan ketika pacar dan mantan kami ada disitu pun mereka gak dapet nilai 1 atau 10, sifat orang jawa kah yang suka dengan yang sedang-sedang saja? hehe

agak OOT nih, kalo pacar kamu sendiri bakal kamu kasih nilai berapa?
Kalo menurutku sih, berapapun nilainya, asal kalian sama sama mau berusaha dan saling mengisi kekurangan satu sama lain maka kalian berdua bisa jadi 10 walopun kalo sendiri sendiri kalian ga 10. gitu aja sih.

Gimana? ada yang tertarik buat main kayak gini di sekolah atau kampus atau mungkin kantor kamu?? hehehe

Ketidaksengajaan

Terkadang sesuatu yang diawali dengan coba-coba atau tidak sengaja juga bisa menghasilkan sesuatu yang tidak terduga kan?
sama kayak yang aku alami sendiri setahun yang lalu...

oke, jadi cerita ini dimulai dari waktu aku selesai skripsi dan (nggak seperti kebnayakan mantan mahasiswa pada umumnya yang seneng) seketika ngerasa bingung harus ngapain habis lulus kuliah.
Dengan kemampuan (dan tampang) yang pas-pas an pastilah bakal susah buat dapet kerja.
Sebelum lulus aku uda sempet ngeliat ada program pemerintah tentang ngajar di daerah perbatasan Indonesia (nanti bakalan aku bahas, sumpah deh), daaaann,,,,, aku daftar disitu deh

Setelah melalui berbagai tahap seleksi ahirnya aku berhasil lolos dan bisa ngikutin program itu..
Banyak yang aku peroleh disana, mulai dari pengalaman, teman baru, keluarga baru dan masih banyak lagi. Disana aku bisa langusng liat gimana keadaan salah satu daerah perbatasan Indonesia tercinta, Ketemu orang-orang suku dayak yang fisiknya mirip orang cina (dan mereka nggak makan orang, oke rileks), bertemu orang-orang yang luar biasa gilanya, belajar hidup dengan semua keterbatasan yang ada, dan masi banyak lagi.

Ini bonus gambar sungai favoritku buat mandi di sana, bukan sungai Mahakam, tapi salah anak sungainya, sungai Pahangai. kalo aku nggak nyoba dan nggak ikut program ini pastilah aku nggak akan bisa menikmati salah satu keindahan indonesia ini, hehe


Terlalu banyak cerita kalo soal pengalamanku disana, tapi inti dari postingan ini bukan berfokus kesana, slow dong.. nanti ada waktunya sendiri buat itu. hehe
Yang mau aku kasih fokus disini adalah jangan pernah takut mencoba, selama itu adalah hal yang baik pasti nantinya akan membawa pada kebaikan.
Oke..

Fresh Start



Gimana mulainya ya..
Well, blog ini awalnya emang udah berisi sekitar beberapa ratus posting dan uda dapet 1 follower (walaupun harus ngemis ngemis dulu sama orangnya) tapi ahirnya harus dibersihin semua dan mulai dari awal lagi
kenapa?
karena aku dengan cerdasnya ngapus semua foto di Google dan hasilnya semua psotingan yang ada fotonya di blog ini jadi jelek karena ga ada fotonya, karena aku males buat ganti semua foto yang hilang itu lebih memilih untuk memulai awal yang baru dan tidak menoleh ke belakang lagi (sok bijak yee)

mungkin sesekali bakal aku post hal hal tentang skripsi lagi tapi yang jelas bukan hari ini bung, hehe.