Life is a survival game

Terkadang aku ragu, terkadang aku hilang arah, dan postingan ini adalah sebagai pengingat semua perjuanganku dan proses apa yang udah aku lewatin sampe sekarang ini. Sebuah perjalanan panjang yang menurutku gak semua orang bisa lakuin.

Dimulai dari awal tahun 2015 aku ahirnya kuliah, itu artinya hampir 5 tahun sendiri aku berjuang demi ijazah dan gelar S.Pd. yang sekarang udah umum dan tidak sesitimewa jaman dulu tapi tetep aja buat aku itu adalah hasil seluruh kerja keras, penantian, dan doa yang tiada henti untuk segera bebas dari yang namanya skripsi dan kuliah.
Tapi ketika itu terkabul aku malah bingung, karena belum ada persiapan untuk tahapan selanjutnya, gak lama aku daftar porgram SM-3T simply karena waktu itu aku baru lulus (dan liat ada papan iklan SM-3T yang gede banget di deket kampus, hehe)

Dan ahirnya semuanya dimulai, awalnya adalah tes registrasi, ini sebenarnya bukan tes juga, lebih ke kelengkapan administrasi aja. Disuruh tulis nama ya tulis nama, suruh tulis akreditasi ya tulis akreditasinya apa, pokoknya isi apa adanya sesuai kenyataan aja. Basically, yang gak lolos disini adalah mereka yang gak lengkap ngisi keterangan atau ngisi gak sesuai kenyataan. Misalnya naikin IPK atau ngisi akreditasi kampus yang tinggi. (Temenku ada yang kejadian kayak gini dan dia marah-marah, mungkin dia gak tau kalo semua itu gampang banget di cross-check. LOL 😂)

Tahapan selanjutnya adalah tes online di kampus yang dipilih. Aku hampir gagal di tahapan ini karena ada berkas yang ketinggalan, untung ada file hasil scan di flashdisk jadi bisa langsung diprint lagi deh. Tapi yang lebih hampir bikin gagal ya soal tesnya itu. Aku uda lupa jenisnya apa aja dan berapa lama waktu tesnya tapi yang jelas banyak yang gagal dalam tes.

Bagi yang lulus, diwajibkan ikut tes wawancara di kampus. Yang agak ribet adalah sebelum tes ini harus mempersiapkan beberapa berkas yang memakan biaya kayak misalnya SKCK dan tes NAPSA. Ortuku bilang ini artinya aku udah pasti diterima. sebenernya kurang lebih begitu sih, yang gagal dalam tahap ini cuman mereka yang gak dateng waktu wawancara aja. Lagian pas wawancara juga cuman ditanyain motivasi, apa yang bakal dilakuain disana, gitu aja.

Singkat cerita, ahirnya lolosnya sekitar 5000 peserta SM-3T angkatan V seluruh Indonesia dan sebelum diterjunkan, semua harus ikut prakondisi dulu. Dalam tahapan prakondisi ini dilatih untuk hidup disiplin oleh para tentara selama 2 minggu. Oiya, tetep ada peer teaching nya juga ya, kan disana nanti mau jadi guru, hehe. Dibandingkan temen dari kampus lain, kampus ku yang plaing enak karena selama 2 minggu kami tinggal di hotel, sementara yang lain tidur di barak tentara atau yang semacam itu, hahaha.

Tengah Agustus ahirnya aku bener-bener ikut SM-3T selama setahun di tanah rantau. Well, untuk bagian ini bakalan ada postingan tersendiri dong, 😀

Pertunjukan tari oleh anak-anak SDN Long Pahangai 001 dan 002

Sekarang lagi harap-harap cemas menunggu tahapan selanjutnya yaitu PPG, semakin dekat menuju gelar gr. nih, tapi apakah nantinya perjalanan ini makin mudah? atau malah lebih sulit dari SM-3T?
hmmmm


No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib